Pengertian dan penjelasan Mikroprosesor dan mikrokontroler serta perbedaannya
Pengertin dan penjelasan Mikroprosesor dan mikrokontroller dan perbedaannya - Kita pasti sudah
familiar dengan dua istilah penting
dalam dunia teknologi yaitu mikroprosesor dan mikrokontroller. Hampir semua
sistem, digital yang kompleks di dunia ini dikontrol oleh mikroprosesor dan
mikrokontroller. Contohnya saja komputer yang menggunakan prosesor intel core
i7 dan Smartphone Xiaomi yang menggunakan Prosesor snapdragon. Namun, apa
pengertian dari mikroprosesor dan mikrokontroller ? apa perbedaan keduanya ?
bagaimana sistem dibangun dari sebuah
mikroprosesor dan mikrokontroller ?
Apa Itu sistem ?
Sebelum kita mempelajari pengertian mikroprosesor dan
mikrokontroller terlebih dahulu kita harus tau apa itu sistem. Sistem adalah
kumpulan berbagai hal yang saling terhubung membentuk satu kesatuan.
Sistem berasa dari bahasa latin systema,
yang berarti berhubungan. Sistem telah menjadi bagian dari kehidupan kita.
Sistem diterapkan pada semua bidang ilmu, karena merupakan penggambaran
interaksi antara elemen elemen yang menyusun sistem tersebut.
Sistem digunakan
untuk mengolah sebuah data atau informasi dari elemen-elemen untuk menjalankan
fungsi atau tujuan tertentu. Baca juga
: Pengertian Analog dan Digital
Mikroprosesor
Mikroprosesor adalah sebuah chip (IC=Integrated Circuits)
yang di dalamnya terkandung rangkaian ALU (Arithmetic-Logic Unit), rangkaian CU
(Control Unit) dan kumpulan register-register. Mikroprosesor disebut juga dengan
CPU (Central Processing Unit) yang digunakan sebagai otak/pengolah utama dalam
sebuah sistem komputer.
![]() |
| Sistem mikroprosesor dengan komponen terpisah |
Sebuah Mikroprosesor tidak dapat menjalankan sebuah sistem
secara langsung. Mikroprosesor harus ditambahkan komponen lain seperti RAM, ROM,
Clock, Serial Com Port untuk dapat bekerja. Dengan kata lain, mikroprosesor
tidak dapat berdiri sendiri, namun harus didukung komponen lain.
Mikroprosesor pertama yang diproduksi adalah mikroprosesor
4bit dari intel yang diberi nama Intel 4004, lalu dikembangkan menjadi Intel
4008, lalu dikembangkan lagi ,menjadi 8 bit dengan diproduksinya seri 8008 dan
8085.
Mikroprosesor dalam perkembangannya dibagi menjadi 4 jenis
yaitu :
- Bit Slices Prosesor : Perancangan CPU dengan menambahkan jumlah irisan bit(slices) untuk aplikasi-aplikasi tertentu, biasa digunakan istilah CPU custom.
- General Purpose CPU : CPU untuk tujuan umun atau mikrokomputer.
- I/O Prosessor : Prosesor khusus yang berfungsi menangani input/output membantu prosesor utama.
- Dedicated/Embedded Controller : Membuat mesin menjadi smart, seperti : mesin cuci, mesin Fotokopi, oven, mesin jahit, dan microwave. Prosesor jenis ini lebih populer disebut mikrokontroler.
Fungsi Mikroprosesor
Fungsi utama Mikroprosesor adalah sebagai unit control yang
mengendalikan seluruh kerja sistem mikroprosesor. Fungsi lainnya adalah :
- Mengambil instruksi dan data dari memori.
- Memindah data dari dan ke memori.
- Mengirim sinyal kendali dan melayani sinyal interupsi.
- Menyediakan pewaktuan untuk siklus kerja sistem mikroprosesor.
- Mengerjakan operasi logika dan aritmetika.
Mikrokontroller
Mikrokontroller adalah sebuah Chip yang didalamnya terdapat
sebuah mikroprosesor yang telah dilengkapi dengan RAM, ROM, I/O Port, Timer dan
Serial COM dalam satu paket.
Dengan kata lain, Kita tidak perlu lagi
menambahkan komponen penunjang untuk bekerja. Biasanya sebuah mikrokontroller tinggal disambungkan
ke sumber daya dan ditambah sebuah Clock eksternal, namun bisa juga menggunakan
Clock internal dari IC.
![]() |
| Sistem Mikrokontroller dengan komponen terintegrasi dalam 1 chip |
Jenis Jenis
Mikrokontroller
Ada 4 keluarga mikrokontroller yang utama diantaranya
1. Keluarga AVR
Mikrokontroller keluarga AVR adalah mikrokontroller yang
dikembangkan oleh Perusahaan Atmel. Istilah
AVR ada yang mengartikan sebagai Advanced Virtual Risc, ada pula yang
mengartikan sebagai Alv-Vegard Risc.
Mikrokontroller AVR memiliki beberapa tipe diantaranya AVR AT Classic,
AVR AT Tiny, AVR ATMega, dan AVR Special Purpose.
2. Keluarga MCS 51
MCS 51 ini termasuk dalam keluarga mikrokonktroler CISC
(Complex Instruction Set Computer). Artinya, proses pengolahan data dalam
mikrokontroller ini berupa berbagai instruksi yang complex. Mikrokontroller MCS
51 merupakan mikrokontroller 8 bit yang diproduksi oleh Perusahaan Atmel dan
Intel.
3. Keluarga PIC
PIC adalah singkatan dari Programable Interface Controller. PIC
termasuk keluarga mikrokonktroler berarsitektur Harvard yang dibuat oleh
Microchip Technology. Awalnya dikembangkan oleh Divisi Mikroelektronik General
Instruments dengan nama PIC1640.
4. Keluarga ARM
arsitektur ARM mikrokontroller dengan arsitektur 32 bit.
Arsitektur ARM diimplementasikan pada Windows, Unix, dan sistem operasi mirip
Unix, termasuk Apple iOS, Android, BSD, Inferno, Solaris, WebOS, Plan 9 dan GNU
/ Linux. Advanced RISC Machine awalnya dikenal sebagai Mesin Acorn RISC.
Perbedan
MIkroprosesor dan mikrokontroller
Dari penjelasan diatas mestinya kita sudah tahu beberapa
perbedaan dasar dari MIkroprosesor dan Mikrokontroller. Agar lebih jelas
perbedaan mikroprosesor dan mikrokontroller
dapat dilihat pada tabel dibawah ini :
NO
|
PERBEDAAN
|
|
MIKROPROSESOR
|
MIKROKONTROLLER
|
|
1
|
Tidak terdapat RAM, ROM COM PORT dan IO
|
Sudah terdapat RAM, ROM, COM Port dan IO
|
2
|
Spesifikasi sistem dapat ditingkatkan (Upgrade)
|
Spesifikasi sistem tdak dapat diubah (FIx)
|
3
|
Harga sebuah sistem Relatif mahal
|
Harga sebuah sistem Relatif Murah
|
4
|
Kemampuan yang lebih tinggi
|
Kemampuan yang terbatas
|
5
|
Dapat mengolah data yang banyak
|
Mengolah lebih sedikit data
|
6
|
Mudah dalam maintenance dan repair
|
Satu kerusakan sistem maka mikrokontroller tidak dapat digunakan sama
sekali
|



