Rangkaian Seri dan Paralel Baterai
Baterai adalah alat yang dapat menyimpan muatan listrik. Alat ini sering disebut sebagai sumber energi karena dapat mengubah energi kimia didalamnya menjadi energi listrik secara langsung.
Baterai digunakan secara luas pada perangkat elektronik dan listrik, terutama alat yang dapat dipindah-pindah alias portable. Dalam 20 tahun terakhir, baterai mengalami perkembangan yang sangat pesat, dimana ukurannya semakin kecil, namun kapasitas penyimpanannya lebih besar.
Jenis-jenis baterai yang sering dijumpai di pasaran diantaranya adalah :
- Lithium-Ion (Li-Ion)
- Lithum Polymere (Li-po)
- Nickel Cadmium (NiCd)
- Nickel Metal Hybrida (NiMh)
- Alkaline
- Zinc Carbon
- Akumulator (Aki)
| Jenis-jenis baterai |
Baterai memiliki dua parameter utama, yaitu
- Tegangan pada kutub baterai
- Arus yang dapat dialirkan dalam jam (Ampere/Hour)
Misalnya saja Baterai Li-Ion dengan tegangan 3.7V dan Kapasitas 2200mAh (mili Ampere/Hour), atau Aki motor dengan tegangan Ideal 12V dan Kapasitas 3.5Ah (Ampere/Hour).
Pada rangkaian baterai seri, tegangan baterai bertambah sedangkan kemampuan arusnya tetap.
Sedangkan apabila dirangkai paralel, yang terjadi sebaliknya, tegangan baterai tetap dan kemampuan arusnya beratambah.
Sebagai contoh, 2 buah aki dengan tegangan 12V dan kapasitas 3.5Ah dirangkai seri, maka :
- Tegangan total = 12V x 2 = 24V
- Kapasitas = Tetap 3.5Ah.
Nah, Apabila kedua aki tersebut dirangkai secara paralel, maka
- Tegangan total = Tetap 12V
- Kapasitas = 3.5 x 2 = 7Ah.
| Rangkaian seri dan paralel baterai aki |
Contoh lain, 3 buah baterai Alkaline dengan tegangan 1.5V dan kapasitas 1000mAh dirangkai seri, maka
- Tegangan total = 1.5 x 3 = 4.5V
- Kapasitas = tetap 1000mAh.
Sedangkan bila ketiga baterai tersebut dirangkai paralel hasilnya adalah
- Tegangan total = tetap 1.5V
- Kapasitas = 1000 x 3 = 3000mAh.
| Rangkaian seri dan paralel baterai alkaline |
Tonton video lengkapnya disini :
